Itu yang dilakukan Marleni Olivio, dan sebagai imbalannya dia mendapatkan apartemen yang dia minta, ujar Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Olivio yang berusia 54 tahun melihat kesempatan itu ketika Maduro berkunjung ke negara bagian Anzoategui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekaman video yang menjadi populer di Venezuela, Maduro terlihat menundukkan kepala ketika mangga mendarat di atas kuping kirinya. Dengan tenang dia memungut mangga itu dan mengacungkannya ke warga.
Pada malam hari, dalam siaran langsung televisi rutinya Maduro berbicara mengenai insiden itu dan menunjukkan mangga itu sebagai bukti.
Marleni Olivio,” kata Maduro. “Kami akan mengundangnya tampil di acara (televisi dan radio) saya, ‘Menghubungi Maduro.’
“Dia memiliki masalah dengan rumah, kan? Dan Marleni, saya telah menyetujui agar anda mendapatkan satu apartemen yang merupakan bagian dari Misi Perumahan Besar-Besaran di Venezuela. Apartemen itu akan diserahkan kepada anda dalam beberapa jam mendatang. Besok, paling lambat lusa, kami akan memberikannya kepada anda.”
Olivio mengatakan kepada media setempat bahwa sebenarnya dia hanya berniat melempar kertas berisi pesan kepada presiden seperti warga lainnya saat itu.
“Tetapi saya tidak punya kertas,” ujarnya kepada TV El Pitazo. “Saya hanya membawa sebuah mangga yang akan saya makan karena saya lapar ketika itu.”
Pengkritik Maduro menyebut insiden itu sebagai “mangucidio”, permainan kata-kata dari “mango” dan “magnicidio” kata bahasa Spanyol yang berarti pembunuhan pemimpin yang sangat berkuasa.
Dalam iklim politik Venezuela yang sangat terpolarisasi, Maduro seringkali mengatakan bahwa dia yakin pihak oposisi bersekongkol untuk membunuhnya.
Tetapi pelempar mangga itu mengatakan tidak memiliki niat buruk.
“Impian saya hanyalah memiliki rumah sebelum saya meninggal,” katanya kepada TV El Pitazo, dan menambahkan bahwa dia menderita sakit parah baru-baru ini karena penyakit diabetes dan darah tinggi yang dideritanya.
Kini impiannya akan terwujud, satu impian yang tidak akan bisa tercapai jika dia tidak nekad melempar mangga. (yns)