Gautam Rimal, pejabat administrasi di distrik itu pada Kamis (7/5) mengatakan bahwa sebagian besar korban adalah orang asing.
Pekerja penyelamat menemukan enam mayat dari desa Langtang, di kaki Everest, 60 km dari sebelah utara Kathmandu pada Rabu namun operasi lanjutan terhambat oleh cuaca buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hari ini ia mengatakan jumlahnya bisa mencapai 300 orang, termasuk 110 orang asing.
"Ada bagian-bagian tubuh, anggota badan yang patah dan potongan daging yang tersebar di daerah itu," kata dia.
Pemerintah mengatakan setidaknya 7.759 orang tewas akibat gempa dan lebih dari 16.000 lainnya cedera.
Langtang adalah rute pendakian yang populer di kalangan pendaki dan desa itu memiliki 55 penginapan yang diperuntukkan bagi pengunjung. Desa itu disapu oleh longsoran salju namun tidak jelas berapa banyak orang berada yang di sana saat gempang mengguncang.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri hingga kini masih mencari jejak tiga pendaki WNI, yaitu Jeroen Hehuwat, Kadek Andana, dan Alma Parahita yang hilang sejak gempa terjadi.
Menurut keterangan yang dihimpun tim evakuasi dari Indonesia, ketiga WNI tersebut terakhir kali terlacak di daerah Langtang. (stu)