Assange telah tinggal di Kedutaan Ekuador sejak Juni 2012, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, di mana pengadilan ingin menanyainya soal tuduhan pemerkosaan dan pelecehan wanita pada 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tentu saja kecewa, dan mengkritisi cara Mahkamah Agung menangani kasus ini. Keputusan ini telah diambil tanpa mengizinkan kami menutup argumen kami,” kata pengacara Assange, Per Samuelson.
Awalnya, jaksa bersikeras Assange harus datang ke Swedia untuk ditanyai, tetapi pada Maret setuju untuk melangsungkan wawancara di London.
Hanya satu dari lima hakim Mahkamah Agung Swedia yang berbeda pendapat dan beranggapan surat perintah penangkapan terhadap Assange seharusnya dicabut.
Namun bahkan jika Swedia membatalkan penyelidikan, Assange tetap terancam ditangkap oleh polisi Inggris karena tidak menghadiri persidangan sementara pengadilan Inggris sedang mempertimbangkan surat penangkapan yang dikeluarkan oleh Swedia. (stu)