Hal ini disampaikan oleh Asisten Menteri Luar Negeri Bidang Kependudukan, Pengungsi dan Migrasi Amerika Serikat Anne Richard dalam kunjungannya ke penampungan Rohingya di Kuala Cangkoi, Aceh, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Amerika Serikat, kata Richard, berkonsultasi dengan pemerintah-pemerintah di kawasan terkait kebutuhan mereka dan cara-cara terbaik yang dapat lakukan dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi para imigran yang rentan.
Dalam pertemuan khusus di Bangkok pekan lalu, AS berkomitmen memberikan sumbangan senilai US$3 juta kepada Organisasi Migrasi Internasional, IOM, guna mendukung usaha mengatasi krisis pengungsi di wilayah perairan.
"Bantuan bagi para imigran yang rentan ini melengkapi bantuan kemanusiaan senilai hampir US$109 juta dari Pemerintah AS untuk masyarakat Burma yang rentan, termasuk Rohingya di Burma dan kawasan ini sejak tahun anggaran 2014," kata Richard menggunakan nama lain dari Myanmar.
Seperti negara lainnya dalam pertemuan pekan lalu di Bangkok, AS mendesak Myanmar untuk mengatasi masalah Rohingya, salah satunya dengan memberikan mereka kewarganegaraan.
"Rohingya harus diperlakukan sebagai rakyat Burma. Mereka harus memiliki kartu identitas dan paspor yang menunjukkan sama seperti rakyat Burma lainnya," tegas Richard dalam pertemuan di Jakarta, dikutip Reuters. (stu)