"Pembangkit listrik berhasil kami kuasai," bunyi pesan di akun media sosial ISIS, dikutip dari Reuters, Selasa (9/6).
Direbutnya pembangkit listrik yang tak disebutkan namanya tersebut juga menegaskan keberadaan kelompok militan ini di Libya, dan bahwa ISIS berhasil memukul mundur musuh-musuh mereka dari kota sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Ancaman ISIS Melebar Hingga ke Afrika Utara)
Awal tahun ini, ISIS dilaporkan merebut sebagian besar Kota Sirte, yang merupakan kampung halaman Gaddafi, merebut bandara di kota itu dan memukul mundur pasukan yang yang setia kepada pemerintah Tripoli ke pinggiran kota.
Keberadaan ISIS di Libya di awal sejak video eksekusi warga puluhan Kristen Koptik dan insiden pengeboman di Corinthia Hotel yang mewah di ibu kota Tripoli, dan sejumlah kedutaan dan ladang minyak.
(Baca juga: Simpatisan ISIS Serbu Hotel Bintang Lima di Libya)
Maret lalu, ISIS juga menyekap puluhan pekerja medis di Rumah Sakit Ibn Sina di Sirte. Mayoritas korban penculikan adalah orang Filipina, sementara yang lainnya adalah warga Ukraina, India, dan Serbia. Menurut petugas rumah sakit, mereka diculik lantaran mencoba pergi dari kota tersebut karena situasi keamanan sejak ISIS memegang kendali.
Pemerintah yang diakui secara internasional Libya kini tengah berupaya meraih kekuasaan yang lebih luas setelah kehilangan kendali atas Tripoli dan Libya barat sejak Agustus lalu. (ama/ama)