Diberitakan Reuters, Selasa (23/6), dalam diplomat berlabel "sangat rahasia" itu diplomat Saudi mengatakan bahwa alat pengaya uranium itu dikirimkan melalui dengan pesawat ke Khartoum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diketahui apakah dokumen tentang nuklir Iran itu asli atau tidak. Dalam dokumen tidak disebutkan siapa sumber Kedubes Saudi dan apakah ada bukti soal tuduhan tersebut.
Sebelumnya juga tidak ada laporan soal pengiriman tersebut. Sudan sendiri tidak diketahui memiliki program nuklir.
Pabrik senjata Sudan secara misterius meledak pada Oktober 2012, delapan bulan dari tanggal dokumen Kedubes Saudi tersebut dibuat.
Saat itu, pemerintah Sudan menyalahkan Israel yang diduga melakukan serangan udara. Tidak ada indikasi pabrik senjata itu punya kemampuan membuat nuklir.
Pemerintah Iran menolak mengomentari bocoran kabel tersebut dan pejabat Sudan belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. (stu)