"Kami baru saja mendapat kabar dari Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) soal insiden helikopter Malaysia yang masuk ke perbatasan Indonesia. Besok, Dubes Malaysia akan dipanggil untuk mengklarifikasi tentang hal ini," ujar juru bicara Kemenlu RI, Arrmanatha Nasir di Jakarta, Senin (29/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fuad, sebelum helikopter pergi, kopilot memberikan isyarat kepada personel Pamtas agar tidak mendekati helikopter. Dia memberi tanda dengan menempelkan tangan di kaca depan helikopter.
Melihat isyarat itu, anggota Pamtas berhenti. Pun mesin dan baling-baling helikopter saat itu masih dalam kondisi hidup.
Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kini sedang mendalami kejadian tersebut. Sementara ini TNI menduga helikopter yang membawa menteri Malaysia itu salah arah hingga masuk ke perbatasan RI. (stu)