Diberitakan Reuters, insiden yang terjadi pada Selasa (30/6) membuat 1.200 tahanan kabur, beberapa di antaranya adalah tahanan al-Qaidah yang dianggap berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tiga bulan serangan udara ke Yaman belum sanggup memukul mundur Houthi dan tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh.
Aparat keamanan mengatakan bahwa tentara Saleh tiba-tiba mendekat saat aparat di penjara bertempur sengit dengan pasukan pendukung Al-Qaidah, atau yang disebut "komite populer."
"Pertempuran sengit terjadi di penjara pusat dan komisi populer mendekat lalu menguasai wilayah itu, namun tentara Saleh membuka pintu penjara," kata aparat.
Sebelumnya pada April lalu, tahanan al-Qaeda juga kabur dari penjara di Mukalla setelah pasukan pemerintah mengabaikan kota itu. (stu)