"Orang-orang yang putus asa mengambil jalan putus asa, dan sayangnya, jumlah mereka terus meningkat," kata Juru Bicara UNHCR Brian Hansford.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatnya imigran dan pengungsi telah memberikan beban besar kepada negara-negara Eropa di bagian selatan, hal ini dikonfirmasi oleh laporan yang dikeluarkan UNHCR.
Yunani, sebagai destinasi terbesar bagi para imigran dan pengungsi pada 6 bulan pertama di tahun 2015, saat ini tengah mengalami krisis ekonomi dan terancam gagal bayar pinjaman dari IMF.
Imigran dan pengungsi telah membanjiri bagian barat wilayah Balkan dari Yunani dan semenjak awal Juni, lebih dari 1.000 pengungsi telah memasuki wilayah tersebut setiap minggunya.
Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, menegur pemimpin-pemimpin Uni Eropa karena telah gagal menyepakati rencana dalam mengambil 40.000 pencari suaka yang telah membebani Italia dan Yunani.
"Pendatang terus meningkat, tapi kapasitas dan kondisi penerimaan tetap tidak memadai," kata Hansford.
"Ini adalah masalah regional yang memerlukan respon regional dan solidaritas regional," tambahnya.
Suriah yang telah terlibat perang saudara sejak 2011, menyumbang sekitar 44 ribu pengungsi, menjadikan mereka negara terbesar yang menyumbangkan pengungsi dan imigran ke pantai Eropa.
Negara kedua yang menyumbang pengungsi terbanyak berikutnya adalah Libya yang masih mengalami krisis keamanan, diikuti oleh Eritrea dan Afghanistan.
Laporan UNHCR menambahkan, peningkatan pendanaan di Uni Eropa untuk upaya penyelamatan telah mengurangi jumlah korban tewas dari pengungsi di lautan sejak Mei lalu. (den/stu)