"Kami tahu dia anggota dari klub tari dan akrab dengan sektor pariwisata, pernah bekerja di di sektor itu sebagai penyelenggara acara," kata Perdana Menteri Tunisia Habib Essid dalam wawancara dengan surat kabar Perancis, La Presse, Ahad (5/7).
(Baca juga: Sektor Wisata Tunisia Kehilangan Rp6,6 Triliun Pasca Serangan)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rezgui kemudian menembak dengan membabi buta ke arah wisatawan yang tengah berjemur menikmati indahnya pantai di luar sebuah hotel berbintang lima.
Setelah melakukan penyerangan terhadap para turis, pelaku berhasil ditembak hingga tewas di lokasi kejadian oleh polisi setempat.
Pihak berwenang dan kerabat menjelaskan Rezgui adalah pria muda Tunisia yang biasa saja dan sedang tertarik pada breakdance. (Baca juga: Penembak Turis di Tunisia Sempat Berperilaku Aneh)
Salah seorang warga yang tinggal di dekat rumah orang tua Rezgui di kota Gaafour, mengatakan kepada AFP, bahwa Rezgui pernah bekerja dalam industri pariwisata di daerah Kantaoui, yang dekat dengan lokasi kejadian.
Sementara, kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di pantai dan di sekitar kolam renang Hotel Riu Imperial Marhaba ini. ISIS mengklaim Rezgui sebagai anggotanya bernama Abu Yahya al-Qayrawani.
Pada Sabtu (4/7), delapan hari setelah insiden mematikan itu, Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi mengumumkan keadaan darurat. Ia menganggap serangan tersebut menjadikan Tunisia menghadapi "perang yang spesial." (ama/ama)