Gangguan Sistem, Bursa Efek New York Mati Empat Jam

Elisa Valenta Sari & Denny Armandhanu/Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2015 06:51 WIB
Gangguan Sistem, Bursa Efek New York Mati Empat Jam Insiden ini terjadi di tengah anjloknya saham Dow sebanyak 261 poin, terutama karena jatuhnya pasar saham China dan kekhawatiran krisis di Yunani. (Reuters/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek New York, NYSE, di Amerika Serikat sempat mati empat jam karena gangguan sistem. Hal ini membuat para pialang tidak mampu berdagang saham pada Rabu (8/7).

Diberitakan Reuters, perdagangan terhenti di NYSE pada pukul 11.32, Rabu waktu setempat dan bertahan hingga hampir empat jam lamanya. Perdagangan baru dibuka kembali pada 15.10.

Insiden ini terjadi di tengah anjloknya saham Dow sebanyak 261 poin (sekitar 1,5 persen), terutama karena jatuhnya pasar saham China dan kekhawatiran krisis di Yunani.


"Melihat paradigma global soal apa yang terjadi Uni Eropa, Yunani dan China, hal ini (mati sistem) adalah hal terakhir yang ingin dialami pasar ekuitas AS," kata Peter Kenny, kepala strategi pasar untuk perusahaan teknologi finansial Glear Pool Goup.

Peristiwa kali ini disebut sebagai mati sistem bursa efek terburuk kedua di Amerika Serikat. Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi pada Nasdaq di tahun 2013.

NYSE yang didirikan di Wall Street tahun 1792 memegang 6,12 persen volume saham AS per hari. Kendati sistem mati lama, namun kebanyakan pialang mengaku tidak menemui kendala karena ada 11 bursa efek AS, termasuk yang dijalankan Nasdaq OMX Group dan BATS, bersama dengan lebih dari 40 tempat perdagangan saham swasta lainnya.

Masalah yang dialami NYSE terjadi sebelum pasar dibuka. Menurut petugas NYSE, sistem mengalami kendala koneksi sehingga sekitar 220 saham tidak bisa ditampilkan di layar.

Gangguan sistem ini terjadi di hari yang sama dengan permasalahan jaringan yang dialami oleh maskapai United Airlines, membuat seluruh penerbangan saat itu tertunda selama dua tahun. Selain itu, gangguan juga dialami oleh media Wall Street Journal yang situsnya mati sementara.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan tidak ada tanda-tanda sabotase atau serangan peretas dalam insiden-insiden tersebut. Petugas masih terus memantau situasi di NYSE. Presiden Barack Obama telah diberitahu soal situasi ini. (den)