Ternyata Tikus Bisa Jadi Pialang Saham Andal

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Minggu, 15/02/2015 18:11 WIB
Ternyata Tikus Bisa Jadi Pialang Saham Andal Sebuah percobaan membuktikan bahwa tikus bisa memprediksi naik turun harga saham berdasarkan perubahan pola, bahkan beberapa lebih andal dari manusia. (Ilustrasi/Thinkstock)
Moskow, CNN Indonesia -- Sebuah ekspresimen dilakukan terhadap tikus untuk melakukan pekerjaan seorang pialang saham. Hasilnya, ternyata tikus bisa dengan baik melakukan pekerjaan tersebut, bahkan dalam kasus tertentu bisa dibilang lebih pandai.

Diberitakan RT.com, Minggu (15/2), hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan Rattraders sejak tahun 2009. CEO Rattraders, seorang seniman konseptual, Marco Morovici mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pekerjaan dengan bayaran selangit bisa digantikan oleh mesin di masa depan, dalam hal ini pialang saham.

Pekerjaan ini menurut Morovici hampir seluruhnya berdasarkan kemampuan mengenal pola dan kemampuan menghindari pengalihan. Dia mengatakan, tikus memiliki kemampuan untuk mempelajari kemampuan tersebut.


"Tikus memiliki kemampuan yang signifikan dalam mengenali pola segala macam hal, seperti musik dan citra. Saya menggunakan kemampuan ini bagi tikus untuk mengidentifikasi pola itu dalam pasar saham," kata Morovici, dikutip RT.

Rattraders menguji perilaku tikus sehingga bisa menjadi pialang saham andal. (rattraders.com)
Morovici menciptakan metode yang disebutnya "ticker tracks". Dia mengumpulkan informasi dari saham dan pasar perdagangan valuta asing, lalu mengubahnya menjadi suara yang berkaitan dengan data harga.

Tikus merespon dengan baik terhadap suara piano, jadi Morovici menggunakan instrumen ini untuk audio, yang bisa berubah tergantung pergerakan harga. Jika harga naik, nadanya meninggi. Jika harga turun, nadanya rendah.

Rattrader menggunakan 80 tikus percobaan; 40 jantan dan 40 betina. Tikus-tikus ini dilatih selama lima jam sehari, dalam tiga bulan mereka mahir. Morovici menciptakan 800 situasi pasar yang berbeda dalam nada piano dan memainkan 100 suara pada tikus setiap hari.

Jika tikus mendengar suara, mereka akan memencet tombol hijau jika harga diprediksi naik, atau tombol merah jika turun. Jika tebakan mereka benar, ada hadiah makanan. Jika salah, mereka akan mendapat setruman kecil.

[Gambas:Youtube]

Beberapa tikus performanya sangat baik, bahkan menurut Morovici lebih baik dari manusia. Empat dari tikus-tikus itu bahkan kemampuannya memprediksi harga saham bisa disandingkan dengan pialang terbaik dunia.

Keempat tikus terbaik ini dinamai Kleinworth, Coutts, Morgan, dan Lehman, merujuk pada empat bankir dan pialang terkenal dunia. Pada percobaan generasi kedua, tikus-tikus bahkan berkembang lebih baik.

Namun, Morovici mengatakan riset lebih lanjut diperlukan.

Studi awal menemukan bahwa monyet juga bisa bisa memilih saham lebih baik dari manusia. Morovici mengatakan hal ini tidaklah mengejutkan.

"Monyet dan tikus punya kelebihan dibanding manusia, dan mereka tidak membaca koran serta melihat berita, mereka tidak terkecoh dengan itu, mereka hanya melihat sinyal acak dan teknis," ujar Morovici.

Dalam wawancara berbeda beberapa tahun lalu, dia mengatakan beberapa perusahaan pialang tertarik menguji tikus-tikusnya, namun ditolak. Morovici mengatakan, walau tikus kemungkinan bisa memprediksi harga dengan tepat, namun binatang pengerat ini paling tidak hanya bisa melakukan 20 perdagangan sebelum akhirnya kelelahan. Morovici menghentikan penelitian ini.

"Dengan 100 tikus di rumah, bagaimanapun saya harus menghentikan eksperimen ini," kata Morovici. (den)