Dilaporkan Reuters, rekaman suara tersebut diunggah dalam sebuah situs ISIS pada Senin (13/7) atau dua hari setelah badan intelijen Afghanistan menyatakan Saeed tewas dalam serangan udara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat.
(Baca juga: Pemimpin ISIS di Afghanistan Tewas Akibat Serangan Udara AS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saeed, merupakan seorang warga Pakistani, yang dilaporkan tewas dalam serangan di distrik Achin di Provinsi Nangarhar pada Jumat (10/7) tengah malam, menurut badan intel Afghanistan.
Sebelumnya berjuang bersama Taliban selama satu tahun, Saeed berbaiat setia kepada ISIS di Afghanistan.
Setelah memukul mundur geriltawan Taliban, jihadis ISIS memperlebar kekuasaan di Provinsi Nangarhar, yang berbatasan dengan Pakistan.
Distrik Achin sendiri telah berhasil dikuasai ISIS sejak bulan lalu, setelah bertempur sengit dengan Taliban.
Laporan intelijen Afghanistan sebelumnya menyebutkan bahwa mereka telah memberikan informasi soal Saeed kepada militer Amerika Serikat.
Juru bicara Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan (NDS), Asib Sediqqi menegaskan bahwa jasad pria berusia 65 tahun telah dikonfirmasi oleh pasukan keamanan setempat.
Hafiz Saeed merupakan mantan petinggi Taliban cabang Pakistan. Ia kemudian mengungkapkan janji kesetiaan kepada ISIS pada Oktober 2014 setelah berselisih pandangan dengan pemimpin Taliban.
Bersama dengan mantan Taliban lainnya, ia mendeklarasikan lembah pegunungan Tirah di barat laut Pakistan sebagai markas besarnya. Namun, ia kemudian melarikan diri melintasi perbatasan ke Nangarhar di Afghanistan ketika militer Pakistan melancarkan serangan di pangkalan itu. (ama/stu)