Pernyataan keras yang diluncurkan Clinton tersebut dirilis setelah Iran dan enam negara besar dunia menyepakati kesepakatan jangka panjang program nuklir Iran di Wina, Austria, pada Selasa (14/7).
Dalam pernyataan itu, Clinton mengkritik kesepakatan yang menurutnya hanyalah upaya untuk menunda Iran membuat senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan untuk Iran harus keras dan jelas: Kami tidak pernah akan memungkinkan Anda memperoleh senjata nuklir, bukan hanya selama masa perjanjian ini, namun selamanya," kata Clinton melanjutkan.
(Baca juga: Noam Chomsky: Obama Oportunis, Hillary Lebih Militan)
"Berdasarkan kesimpulan dan tinjuan dokumen yang saya terima, saya mendukung kesepakatan tersebut karena dapat membantu mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Jika benar-benar diterapkan, kesepakatan ini dapat membuat Amerika Serikat, Israel dan mitra Arab kami lebih aman," kata Clinton, yang merupakan istri Bill Clinton, mantan presiden AS ke-42.
Kesepakatan nuklir Iran disepakati oleh AS, Inggris, Perancis, Rusia, China dan Jerman pada Selasa kemarin setelah beberapa kali molor dari tenggat waktu yang ditentukan.
Menurut Clinton, kesepakatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan akan efektif untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Langkah selanjutnya, menurut Clinton, adalah penegakan hukum sesuai kesepakatan tersebut.
"Mengingat sejarah panjang masyarakat internasional dan pengalaman dengan perilaku Iran, prioritas tertinggi kini harus diberikan kepada penegakan hukum yang efektif dari perjanjian tersebut," ujar Clinton. (ama/stu)