Kesepakatan Nuklir Iran Membuat Saudi Khawatir

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2015 13:31 WIB
Kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara adidaya membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara adidaya membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah. (Getty Images/IIPA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesepakatan program nuklir yang disetujui oleh Iran dan enam negara adidaya pada Selasa (14/7) di Wina, Austria, membuat Arab Saudi khawatir pengaruh Iran akan semakin menguat di kawasan Timur Tengah.

Dilaporkan Reuters, seorang pejabat pemerintahan Saudi yang enggan disebutkan namanya, menilai kesepakatan Iran ditengarai akan menjadikan Timur Tengah menjadi "kawasan yang lebih berbahaya" jika kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan bagi Iran.

(Baca juga: FOKUS: Kesepakatan Nuklir Iran Tercapai)


Saudi dan negara-negara sekutunya di kawasan Teluk khawatir bahwa kesepakatan yang akan berujung pencabutan sanksi ekonomi Iran akan berakibat pada meningkatnya dukungan Iran terhadap negara-negara rival Saudi di Timur Tengah.

Saudi, yang mayoritas penduduknya merupakan Muslim Sunni, dan Iran yang mayoritas Syiah telah lama menjadi rival di kawasan Timur Tengah.

Konflik di Yaman, contohnya, menjadi ajang pertempuran antara Saudi yang mendukung Presiden Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung oleh Iran. 

"Sebagai tetangga Iran dalam 40 tahun terakhir, kami belajar bahwa kebaikan (terhadap Iran) hanya akan membuat kami menanggung konsekuensinya," kata pejabat tersebut kepada Reuters. 

Para pejabat Iran mengaku mendukung kesepakatan ini, meski menyatakan bahwa Iran tidak dapat dipercaya untuk menepati kesepakatan tersebut.

Selain konflik di Yaman, Riyadh juga menganggap Iran mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan Hizbullah di Libanon. Saudi menilai, hal ini merupakan bukti bahwa Iran ingin memperlebar kekuasannya ke negara sekutu Syiah di Timur Tengah.

Kesepakatan nuklir telah menuai kritikan dari pada wartawan, ulama dan pakar di Saudi, utamanya karena sekutu utama Riyadh, Washington kini berbagi dukungan dengan rival mereka di Tehran.

"Iran membuat kekacauan di dunia Arab dan hal ini akan terus terjadi setelah kesepakatan nuklir. Negara teluk harus mengurangi kepercayaan mereka terhadap Amerika dan mengubah fokus mereka ke Rusia dan China," kata Mohammed al-Mohya, wartawan Saudi untuk Channel 1. (ama/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK