“Kami mengucapkan selamat kepada warga Aden dan Republik Yaman secara keseluruhan atas prestasi yang dicapai dalam dua hari terakhir…Pemerintah mengumumkan pembebasan provinsi Aden,” kata Khaled Bahah di halaman resmi Facebooknya pada Jumat, (17/7).
Aden menjadi pusat pertempuran sejak milisi Houthi mengepung kota itu pada Maret lalu saat dijadikan pusat pemerintah yang akhirnya mengasingkan diri ke Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi yang menewaskan setidaknya 3.500 orang selama lebih dari tiga bulan menyebabkan 20 juta dari 25 juta penduduk Yaman memerlukan bantuan kemanusiaan.
Ali Al-Ahmedi, juru bicara pejuang di Aden mengatakan kepada Reuters bahwa puluhan pejuang Houthi menyerahkan diri kepada milisi ketika mengalami kekalahan.
Serangan dimulai pada Selasa (14/7) ketika pejuang kota itu merebut bandar udara internasional Aden, disusul dengan perebutan pelabuhan utama sehari setelahnya. Langkah itu diikuti dengan perebutan wilayah-wilayah kota lain.
Para pejuang mengatakan mulai bergerak ke pangkalan udara Anad yang terletak sekitar 60 kilometer dari Aden dengan dibantu serangan udara.
Penduduk kota ini mengatakan bahwa meski ada kemenangan di kubu pemerintah, makanan dan kebutuhan dasar yang dibutuhkan saat hari Raya Idul Fitri masih dihadang oleh milisi Houthi di pos-pos pemeriksaan di luar kota itu. (yns)