"(Pertemuan itu akan membahas) upaya mempercepat penyelesaian batas maritim Indonesia-Malaysia," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi ketika dihubungi CNN Indonesia, Selasa (11/8).
Pada Hari Jadi ASEAN yang ke-48, Senin (10/8), Retno memaparkan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan tingkat utusan khusus kedua negara. Dari Indonesia, utusan khusus tersebut adalah Duta Besar Eddy Pratomo yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo pada Juni lalu. Sementara, Malaysia akan diwakili utusan khusus Perdana Menteri, Tan Sri Mohd Radzi Abdul Rahman.
"Pada saat saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia di Kuala Lumpur kemarin, saya sudah sampaikan bahwa Indonesia sudah menunjuk utusan khusus, Malaysia sudah menunjuk utusan khusus, dan kita siap untuk segera memulai pertemuan pada tingkat utusan khusus pada bulan Agustus ini," kata Retno, Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun berganti, ketegangan tak jua surut. Pada 24 Februari 2007, kapal perang KD Budiman milik Malaysia memasuki perairan Indonesia hingga satu mil laut sekitar pukul 10.00 WITA. Kedua kapal perang Malaysia itu kemudian diusir keluar dari perairan Indonesia oleh kapal perang RI, KRI Welang.
Sengketa perbatasan di perairan Ambalat memang belum berakhir. Hingga kini, sengkete Ambalat belum menemui titik damai. TNI meminta pemerintah RI untuk kembali melayangkan protes diplomatik ke Malaysia karena militer Malaysia melakukan sembilan kali pelanggaran sepanjang tahun ini di Ambalat.