Diberitakan Reuters, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Thailand Prawits Wongsuwan mengatakan masih terlalu dini untuk mencari motif ledakan, apakah politik atau teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom meledak di Kuil Erawan, Bangkok yang banyak didatangi wisatawan dan terletak di antara pusat perbelanjaan dan perkantoran. Belum ada yang bertanggung jawab dalam insiden ini.
Pemerintah Thailand memang tengah memerangi kelompok separatis Muslim di bagian selatan, namun pemberontak sangat jarang melakukan serangan di luar wilayah mereka.
Riwayat keamanan Thailand dalam beberapa tahun terakhir memang penuh konflik. Mulai dari perseteruan antara pendukung rezim terdahulu dengan pemerintah hingga perebutan kepemimpinan negara, tidak jarang berlangsung dengan pertumpahan darah.
Militer menguasai Thailand sejak Mei 2014, setelah menggulingkan pemerintahan yang berkuasa menyusul kerusuhan pada aksi anti-rezim yang berlangsung berbulan-bulan.
Februari lalu, dua bom pipa kecil juga meledak di pusat perbelanjaan di wilayah yang sama, namun tidak sampai memicu kerusakan parah.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand Kongcheep Tantrawanich mengatakan bahwa bom kali ini untuk merusak citra Thailand di sektor pariwisata dan bisnis.
"Pengeboman ini adalah ulah orang-orang yang telah kehilangan kepentingan politiknya dan ingin menghancurkan 'masa-masa bahagia' rakyat Thailand," kata Kongcheep, dikutip Bangkok Post.
Polisi masih menyelidiki pelaku pengeboman. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa bom terbuat dari tiga kilogram TNT yang dimasukkan ke dalam pipa dan dibungkus kain putih. Radius kerusakan akibat ledakan diperkirakan mencapai 100 meter. (den)