Diberitakan Reuters, perintah siap perang disampaikan Kim hari Jumat (21/8). Mulai pukul 5 pagi hari ini, tentara Korea di dekat perbasan akan "dipersenjata penuh untuk perang".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korsel mengatakan tidak akan berhenti melakukan taktik propaganda yang mengungkapkan kekejaman rezim Korut tersebut.
Propaganda dengan pelantang suara ini terakhir dilakukan pada tahun 2004.
Amerika Serikat menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menyelesaikan masalah tanpa militer.
Presiden Korsel Park Geun-hye menyerukan para pejabat militernya untuk "menindak tegas" segala bentuk provokasi Korut.
"Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan terus mengamati pergerakan militer Korea Utara," ujar Kementerian Pertahanan Korsel. (den)