Sumber peneliti Perancis pada CNN, Sabtu (29/8), mengatakan bahwa mereka memang yakin bahwa puing itu adalah bagian flaperon dari Boeing 777. Namun belum diketahui secara pasti apakah itu milik MH370 yang jatuh 8 Maret lalu atau bukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada indikasi kuat bahwa flaperon ini milik MH370, tapi kami masih tidak yakin. Kami masih belum menemukan identifikasi dari daftar suku cara untuk mengonfirmasi ini berasal dari MH370," lanjut dia.
Sebelumnya penyelidikan tahap awal di laboratorium Toulouse, Perancis, dilaporkan rampung pertengahan Agustus lalu. Kendati belum ada hasil akhir, namun Perdana Menteri Najib Razak telah mengatakan awal bulan ini bahwa puing itu milik MH370.
Sumber peneliti lainnya mengatakan mereka harus melakukan kroscek dengan perusahaan pembuat suku cadang tersebut untuk memastikan asal puing itu.
"Kami masih harus mengidentifikasi nomor yang berada di dalam flaperon. Bagian itu diproduksi oleh perusahaan subkontrak di Spanyol. Perusahaan ini akan bisa melakukannya, tapi stafnya sedang cuti. Kami harus menunggu sampai minggu depan," ujar dia.
Pesawat MH370 hilang dari radar pada 8 Maret 2014, dengan membawa 239 penumpang dan awak kapal dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.
Pesawat ini sebelumnya diyakini jatuh di Samudera Hindia, sebelah barat Australia, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal alasan dan bagaimana pesawat itu jatuh, menjadikannya sebagai salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan. (den)