Selama akhir pekan, Moskow, Berlin dan Paris menudukung adanya gencatan senjata baru di timur Ukraina, untuk menghentikan sementara pertempuran antara pasukan militer Ukraina dengan kelompok pemberontak yang didukung Rusia.
Pertempuran antara Ukraina dengan kelompok separatis telah menewaskan lebih dari 6.500 orang sejak dimulai pada April 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pemimpin Perancis, Jerman dan Rusia untuk saat ini sepakat para menteri luar negeri akan mengadakan pertemuan pada pertengahan September," kata Ushakov.
"Kami berharap para pemimpin dari empat negara untuk saling menghubungi untuk menentukan lokasi pertemuan tersebut," ujar Ushakov.
Rusia menuduh Kiev tidak memberikan ketentuan kesepakatan damai yang ditengahi oleh Jerman dan Perancis di ibu kota Minsk, Belarusia. Kesepakatan itu termasuk reformasi konstitusi yang akan memberikan wilayah otonomi yang luas kepada kelompok pemberontak.
Parlemen Ukraina pada Senin (31/8) mendukung pemberian "status khusus" kepada kelompok separatis. Tetapi perpecahan di pihak penguasa dan sejumlah aksi demonstrasi menunjukkan bahwa pemberian status ini tidak akan mudah diterapkan menjadi bagian dari undang-undang. (ama/ama)