Austria merupakan salah satu negara yang membuka lebar perbatasan mereka, mempersilahkan para imigran untuk masuk, yang sebagian besar ingin melanjutkan perjalanan menuju Jerman. Sejumlah stasiun dan terminal bus di ibu kota Wina pun menjadi pintu gerbang para imigran yang menjekakkan kaki di Austria.
Julian Poschl, salah seorang sukarelawan dari organisasi Refugeecare Vienna Main Station, yang bertugas di Stasiun Utama Wina menyatakan krisis imigran ini telah memantik rasa solidaritas dan simpati warga Wina untuk turun langsung menyambut dan membantu ribuan imigran yang tiba di wilayah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poschl memaparkan terdapat lebih dari 1.000 orang yang tercatat dalam daftar anggota sukarelawan kelompok tersebut. Mereka bekerja 24 jam 7 hari seminggu secara bergantian. Mereka juga membangun infrastruktur sederhana untuk menampung sementara dan membantu para imigran.
"Kami menyediakan makanan dan minuman, paket bantuan pertama dan sejumlah tempat tidur darurat, perawat dan dokter yang beroperasi selama 24 jam," kata Poschl.
Para sukarelawan mengumpulkan sumbangan untuk para imigran yang tiba di Wina. (Dok. Istimewa/Julian Poschl) |
Poschl memaparkan reputasi Austria sempat tercoreng dalam hal penerimaan imigran pada Agustus lalu ketika Amnesty Internasional mengecam buruknya fasilitas di kamp pengungsi di Traiskirchen, yang terletak 20 km di sebelah selatan Wina.
Menurut laporan Amnesty yang ditulis BBC, kamp ini dipenuhi ribuan imigran yang terkesan dibiarkan begitu saja, tanpa sanitasi yang baik, dan puluhan anak-anak imigran terlihat luntang-lantung tanpa orang tua dan makanan.
"Pemberitaan media yang buruk tentang tempat ini membuat para pengungsi ragu tinggal di Austria. Namun kami sudah mulai mengubah wajah Austria dengan menyambut mereka dengan tangan terbuka," kata Poschl.
Para sukarelawan menawarkan makanan kepada para imigran yang tiba di Stasiun Utama Wina, Austria. (Dok. Istimewa/Julian Poschl) |
Poschl dan timnya berencana terus memberikan bantuan yang terlihat sederhana, untuk para imigran yang telah berbulan-bulan melakukan perjalanan demi menjejakkan kaki di Eropa. Sambil membantu imigran, ia juga terus melaporkan perkembangan terkini di Stasiun Utama Wina di akun media sosial Twitter dan Facebook. (ama/stu)
Para sukarelawan mengumpulkan sumbangan untuk para imigran yang tiba di Wina. (Dok. Istimewa/Julian Poschl)
Para sukarelawan menawarkan makanan kepada para imigran yang tiba di Stasiun Utama Wina, Austria. (Dok. Istimewa/Julian Poschl)