Menteri Luar Negeri AS John Kerry seperti dikutip Washington Post, Minggu (20/9), mengatakan AS akan menerima 85.000 pengungsi dari seluruh dunia tahun depan, meningkat dari batas sebelumnya yaitu 70.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati menambah jumlah penerimaan pengungsi, namun angka ini dianggap masih kurang banyak. Kerry beralasan, jumlah tersebut disesuaikan dengan persyaratan penyaringan pendatang pasca-11 September dan anggaran dari Kongres.
"Kami melakukannya sesuai dengan kapasitas yang bisa kami lakukan secepatnya," kata Kerry.
Langkah pemerintah ini dikritisi oleh para anggota parlemen AS. Mereka mengatakan, keputusan ini akan digunakan kelompok teroris sebagai tunggangan menyusup ke AS.
"ISIS telah menyatakan dengan jelas mereka akan menggunakan krisis pengungsi untuk masuk AS. Sekarang Obama ingin memasukkan tambahan 10.000 warga Suriah tanpa rencana yang konkret dalam memastikan teroris tidak bisa masuk negara ini," kata Senator AS dari Partai Republik, Chuck Grassley.
Menurut Kerry, para pengungsi yang ingin masuk AS akan diserahkan ke badan pengungsi PBB atau UNHCR, diteliti latar belakangnya oleh Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan ditempatkan di beberapa wilayah di AS.
"Langkah ini demi menjaga tradisi baik Amerika sebagai tanah kesempatan kedua dan harapan," ujar Kerry.
Menurut laporan PBB, sebanyak 9 juta orang tersingkir dari rumahnya akibat perang sipil di Suriah. Lebih dari 4 juta di antaranya mengungsi ke negara lain. (den)