Dikutip dari The Independent, Minggu (20/9), para aktivis yang merupakan anggota Pallasos en Rebeldia, berarti Badut dalam Pemberontakan, melakukan aksi telanjang dengan hanya memakai hidung badut untuk menunjukkan solidaritas kepada penduduk Palestina yang tinggal di Tepi Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membela diri, para aktivis itu mengatakan, “saat Anda berdiri di depan tembok memalukan ini, kemanusiaan ditelanjangi."
Namun para aktivis itu akhirnya tetap menyampaikan permintaan maaf di Facebook, untuk "warga Palestina yang mungkin merasa tersinggung oleh aksi kami dalam melawan tembok memalukan yang menikam Tepi Barat dan setiap hati manusia."
"Itu bukan serangan kepada Islam, itu adalah cara kami memprotes keberadaan tembok itu," kata Ivan Prado, juru bicara Pallasos en Rebedia. (stu)