Harper yang berasal dari partai Konservatif, kini sedang bertarung dengan kelompok Demokrat Baru dan Liberal untuk memenangkan suara pada 19 Oktober mendatang. Ia mengatakan bahwa warga Kanada ingin semua warganya memperlihatkan wajah mereka.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa usulan Harper populer di beberapa wilayah terutama di Provinsi Quebec yang berbahasa Perancis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok separatis minoritas Bloc Quebec yang dipimpin Gilles Duceppe mendukung proposal Harper setalah ambruk dalam pemilu 2011 lalu.
"Harper dan Duceppe ingin bermain si ketakutan dan perpecahan," kata pemimpin Partai Liberal Justin Trudeau selama debat berbahasa Perancis di Montreal, kota terbesar di Quebec.
"Jika seorang pria tidak bisa mendikte bagaimana seorang wanita seharusnya berpakaian, kita tidak bisa punya negara yang menyuruh seorang wanita bagaimana dia tidak seharusnya berpakaian," katanya.
Thomas Mulcair dari Partai Demokrat Baru mengatakan Harper berusaha untuk menyembunyikan catatan ekonomi yang buruk di balik kerudung.
"Mulcair, tidak, saya tidak akan pernah mengatakan kepada anak saya bahwa seorang wanita harus menutupi dirinya karena dia adalah seorang wanita," balas Harper dengan marah.
Pemerintah mengajukan larangan pemakaian cadar ke Mahkamah Agung setelah dua kali kalah di pengadilan yang lebih rendah.
Demokrat Baru tanpa disangka menyapu suara di 2011 setelah Blok Quebec kolaps.
Setelah Quebec hampir memisahkan diri pada 1995 lewat pemilihan umum, pemerintah federal yang saat itu dikuasai Liberal mendorong undang-undang yang menyatakan bahwa Kanada hanya akan memungkinkan provinsi memisahkan diri jika mayoritas besar penduduk mendukung. (stu)