Dilaporkan Reuters, komisi pemilihan umum Myanmar mengundang 10 partai ke ibu kota Naypyitaw pada Selasa (13/10) pagi untuk mendiskusikan apakah mereka ingin menunda pemilu karena bencana banjir yang kini terjadi. Bencana banjir saat ini merupakan banjir terburuk yang melanda negara itu dalam beberapa dekade terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengundang partai-partai politik untuk meminta pendapat mereka. Alasan utama adalah bencana alam saat ini dan situasi yang tidak stabil di negara ini," kata Zeyar Maung, pejabat di markas Komisi Pemilihan Umum Union, kepada Reuters.
"Masih belum diputuskan apakah pemilu akan jadi ditunda," kata Maung.
Win Htein, pejabat senior NLD yang menghadiri pertemuan tersebut, menyatakan kepada Reuters bahwa komisi pemilihan umum berecana untuk merilis pengumuman terkait masalah ini "segera."
Lebih dari 100 orang tewas dan lebih dari 1 juta "sangat terdampak" oleh banjir dalam beberapa bulan terakhir, menurut pemerintah dan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.
Banjir kali ini adalah bencana alam terburuk di Myanmar sejak Topan Nargis menewaskan hampir 140 ribu warga pada Mei 2008. (stu)