Malam pertemuan kabinet pada Rabu pagi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga mengizinkan pencabutan hak residensi warga Palestina yang dianggap telah melakukan tindakan terorisme, sekaligus meningkatkan pembongkaran rumah pelaku serangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pula frustrasi atas kegagalan upaya perdamaian dalam beberapa tahun terakhir, serta pembangunan terus-terusan permukiman Israel di Tepi Baray dan Yerusalem Timur yang diokupasi Israel dalam perang tahun 1967.
Banyak kekerasan sejak awal Oktober telah dilakukan oleh penduduk Yerusalem Timur, sisi didominasi Arab kota. Israel menganggap seluruh Jerusalem sebagai bagian integral dari negara, sehingga ancaman untuk menutup lingkungan ada eskalasi dramatis dalam kepolisian.
Namun banyak pengkritik Israel mengatakan bahwa penyegelan tak akan terlalu berpengaruh; mereka yang berniat melakukan kekerasan akan tetap menemukan jalan, sementara taktik keras dengan senjata malah justru akan memanaskan situasi.
Kelompok pemerhati HAM Human Rights Watch mengatakan bahwa pendekatan itu—meski belum ditetapkan—akan membawa kekerasan lebih lanjut. (stu)