Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Penyerang Warganya

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2015 17:54 WIB
Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina Penyerang Warganya Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengizinkan militer untuk melakukan tindakan keras bagi pembuat kerusuhan. (Reuters/Ammar Awad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel menghancurkan rumah milik dua orang Palestina pelaku penyerangan terhadap warga mereka. Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ia akan terus bersikap keras terhadap "pembuat onar".

Seperti dilansir Channel NewsAsia, rumah yang dihancurkan beramai-ramai itu milik Ghassan Abu Jamal and Mohammed Jaabis. Menurut keterangan militer Israel, kedua rumah tersebut memang diinstruksikan untuk dihancurkan sebagai ganjaran bagi kedua pria yang melakukan penyerangan terhadap warga Israel.

Bersenjatakan pisau daging dan pistol, Abu Jamal dan sepupunya, Uday Abu Jamal, membunuh empat rabi dan seorang polisi tahun lalu. Mereka akhirnya ditembak mati pada November 2014.


Jaabis menabrakkan buldoser ke sebuah bus sehingga menyebabkan seorang warga Israel tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Ia akhirnya ditembak mati di lokasi oleh polisi.

Para tetangga dan keluarga yang ditinggalkan pun pilu mengingat rumah kerabatnya dihancurkan. Tetangga Abu Jamals, Yasser Abdu, mengecam kebijakan hukuman kolektif yang diterapkan oleh Israel.

Tetap saja, militer tiba di lokasi pada Senin (5/10) dan mengamankan daerah sekitar sebelum menanam bahan peledak.

Tepat pukul 10.20 waktu setempat rumah diledakkan. Interior berhamburan, menyisakan pilar-pilar penyangga bangunan.

Tak hanya rumah Abu Jamals, ledakan tersebut juga merusak bangunan di sekitarnya.

Sementara itu, aparat juga menutup salah satu kamar di rumah Muataz Hijazi yang pada Oktober 2014 lalu mencoba menembak seorang aktivis Yahudi sayap kanan. Hijazi akhirnya ditembak mati keesokan paginya.

Menurut pengadilan, rumah Hijazi tak perlu dihancurkan hingga rata dengan tanah karena kasusnya tidak menimbulkan kematian.

Peledakan ini terjadi setelah serangkaian serangan terhadap warga Israel oleh warga Palestina kembali terjadi.

Pada Kamis, pasangan Israel ditembak mati di Tepi Barat, tepat di depan keempat anaknya. Pada Senin, Badan Keamanan Nasional Israel menahan lima orang yang diduga terkait dengan insiden ini.

Pada Sabtu, warga Palestina berusia 19 tahun menyerang dan menewaskan dua orang Israel dengan pisau di Kota Tua Yerusalem. Semua pelaku ditembak mati oleh pihak keamanan Israel.

Rentetan insiden berlanjut pada Senin. Bocah Palestina berusia 13 tahun ditembak mati ketika kerusuhan pecah di Betlehem.

Netanyahu memang mengizinkan militer untuk melakukan tindakan keras bagi pembuat kerusuhan.

"Kami mengizinkan pasukan kami untuk mengambil aksi kuat melawan mereka yang melempar batu dan bom. Polisi akan masuk ke wilayah Arab (Tepi Barat dan Yerusalem). Ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Kami akan menggempur rumah teroris," kata Netanyahu.

Namun, reaksi Netanyahu ini tak mendapat dukungan penuh bahkan dari kabinetnya sendiri, seperti Menteri Pendidikan, Neftali Bennett, dan Menteri Kehakiman, Ayelet Shaked. Mereka menganggap Netanyahu mengeksploitasi rangkaian serangan ini sebagai alat politik. (stu)