Kerja keras tersebut kini telah menghasilkan surat gugatan bagi 52 anggota dan rekan dari geng jalanan California Selatan yang memiliki hubungan dengan mafia Meksiko. Kabar tersebut dengan cepat menyebar di berbagai media Amerika Serikat.
Namun kini, upaya pemerintah untuk membongkar sindikat tersebut dalam risiko besar. Seorang agen FBI yang ambil peran dalam investigasi tersebut, Scott M. Bowman, ditahan pada musim panas lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Raphael mengatakan bahwa Departemen Kehakiman mencoba untuk memasukkan tuduhan inflamasi ke dalam surat dakwaan agar kasus tersebut menjadi sorotan media.
Empat bulan setelah Bowman ditahan, rekan-rekannya masih mencoba menaksir besarnya dampak dari tuduhan kejahatannya.
Seperti dilansir CNN, tuntutan kriminal terhadap agen FBI yang masih menjabat sangat langka. Kesalahan dalam peradilan dapat berdampak signifikan dengan waktu, biaya, dan kasus terbengkalai menjadi taruhannya.
Seorang peninjau di kantor FBI Los Angeles, David Bowich, mengatakan bahwa tuduhan terhadap agen yang dipecat ini sangat serius.
"Kami melihat ini sebagai hal serius dan kami menanganinya juga dengan serius," katanya.
Namun, Bowdich bungkam mengenai rincian penundaan investigasi kriminal tersebut.
Surat tuntutan atas Bowman ini hanya sebatas kejahatan yang dilakukan pada 2014. Sementara itu, secarik surat dari penuntut menunjukkan beberapa keluhan klien Bowman yang mengaku adanya kemungkinan kesalahan prosedur penanganan kasus mereka pada 2009 lalu.
Salah satu kasus melibatkan anggota dari geng jalanan bernama Bloods yang beroperasi di timur Los Angeles. Uang yang disita selama masa investigasi diduga dikantungi oleh Bowman, tapi tuntutan terhadapnya telah dibatalkan.
Dalam kasus lain, Bowman diduga mencuri uang sebesar US$15 ribu atau setara Rp203,7 juta dari uang sitaan selama masa investigasi.
Penuntut membocorkan ratusan lembar temuan yang menunjukkan peran Bowman dalam investigasi dan hubungannya dengan dugaan aksi kriminal. Dokumen-dokumen tersebut sangat rahasia. Semua orang yang berwenang memegangnya dilarang menyebarluaskan dokumen tersebut. (ama)