Perusahaan asal New York, Amerika Serikat, itu mengatakan menerima email dari seorang peretas yang mengklaim punya akses ilegal ke informasi nasabah.
Dengan segera, FXCM melaporkan hal ini ke FBI dan mengamankan dana perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Amerika Serikat telah meningkatkan keprihatinan terhadap kasus serangan siber yang belakangan ini makin sering melanda perusahaan dan lembaga pemerintah setempat.
Para pejabat negara menuding peretas dari China berada di balik serangan dan pemerintah China telah mendanai serangan siber itu.
Pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden China Xi Jinping, bertemu di Gedung Putih dan menandatangani pakta untuk melawan kejahatan siber. (adt)