"Fakta bahwa mereka membangun terowongan baru mengindikasikan bahwa tujuan mereka adalah untuk menguji coba nuklir," ujar seorang sumber pemerintahan yang tak diungkap identitasnya kepada kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Jumat (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, memang berbincang dengan pejabat Kementerian Pertahanan Korsel untuk membicarakan tanggapan terhadap program nuklir dan rudal Korut.
Kabar ini tersiar hanya berselang dua hari sebelum para pemimpin Korsel, Jepang, dan China mengadakan pertemuan trilateral. Pengembangan senjata nuklir Korut diperkirakan akan menjadi salah satu isu yang tersaji di meja diskusi.
Korut memang dilaporkan terus membangun program senjata nuklirnya meskipun hingga kini tak ada pertanda pengaktifan.
Korut terakhir kali melakukan uji coba nuklir pada 2013 dan mendapat kecaman dari dunia internasional, termasuk China sebagai sekutu diplomatik terdekatnya.
Akibat uji coba tersebut, hingga kini Korut masih dikenai sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa berupa larangan perdagangan yang dapat mendanai program nuklir Korut. (ama)