Kecelakaan nahas yang menimpa maskapai asal Rusia, Kogalymavia itu, tengah mengangkut turis dari kota destinasi wisata Sharm el-Sheikh ketika celaka di Semenanjung Sinai, Mesir, pada Sabtu pagi.
Pejabat Rusia telah mengatakan bahwa pesawat tersebut kemungkinan terbelah di udara, namun turut menekankan masih terlalu dini untuk menyimpulkan itu. Dilansir dari Reuters pada Senin (2/11), Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan hari Minggu kemarin sebagai hari berkabung nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika tiba, jasad-jasad itu dipindahkan menggunakan tandu ke truk putih besar di landasan pacu Bandara Pulkovo. Dengan kawalan polisi, truk itu kemudian bertolak ke rumah sakit untuk diidentifikasi.
Proses identifikasi diperkirakan mulai sekitar pukul 11 waktu Rusia.
Menurut Kementerian, pesawat pengangkut jenazah berikutnya akan terbang dari Kairo ke St. Petersburg pada Senin sore.
Sebelumnya pada Minggu, keluarga yang berduka mengenang kepergian para korban dengan meletakkan karangan bunga di Bandara Pulkovo. Lilin-lilin dinyalakan membentuk tulisan 7K-9268, nomor penerbangan yang tidak pernah sampai ke Rusia itu.
Rusia beserta negara-negara eks Soviet lain memang memiliki rekor buruk transportasi udara, terutama untuk penerbangan domestik. Pesawat yang sudah uzur diduga sebagai penyebab sejumlah kecelakaan, namun para ahli industri menunjuk sebab lain, seperti pelatihan yang kurang andal untuk awak pesawat dan longgarnya pengawasan pemerintah.
Otoritas St. Petersburg telah memutuskan agenda berkabung resmi akan berlanjut di sana hingga Selasa esok. (stu)