Dikutip Arab News, Senin (9/11), wanita bernama Haila al-Qaseer divonis penjara 15 tahun atas beragam tuduhan di bawah undang-undang anti terorisme Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Segala fakta yang ada bertolak belakang dengan kebohongan yang ditanam oleh al-Qaidah tentang kerajaan dan polisi. Sekarang saya sangat yakin bahwa saya disesatkan dan telah berhalusinasi," kata al-Qaseer.
"Hanya sesaat sebelum hakim menyampaikan putusan, saya sangat tegang dan tersiksa. Tetapi saat saya mendengarnya, saya pingsan dan menangis," lanjut dia.
Dilansir dari Arab News, al-Qaseer mengaku menyesal bergabung dengan kelompok teroris itu. "Jalan yang saya pilih harus dibayar dengan hidup dan masa muda saya. Putri saya kehilangan ibunya dan ayahnya."
Qaseer yang kini mendekam di lapas khusus perempuan di Hair mengatakan dia telah memberikan jutaan riyal uang hasil mengajar agama kepada al-Qaidah. Kini, dia mengatakan para anggota al-Qaidah adalah "orang bodoh."
Pemilik julukan "Nyonya al-Qaidah" itu pun didakwa atas beragam tuduhan terorisme, seperti melindungi buronan, merekrut anggota al-Qaidah, mendanai tindakan terorisme, serta menyimpan senjata dan anmunisi untuk digunakan dalam serangan.
Ia juga dihukum karena meninggalkan negara ke zona konflik tanpa izin pemerintah, dan ikut memalsukan identitas orang-orang yang hendak berperang di luar negeri. (den)