Komentar Trump ini disampaikan menyusul keputusan Starbucks untuk tidak lagi menerapkan tema Natal dalam cangkir mereka. November dan Desember ini, Starbucks hanya akan menggunakan cangkir berwarna merah dan hijau, tanpa embel-embel Natal lainnya seperti rusa dan ucapan selamat Natal seperti tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu Starbucks ini juga ramai di media sosial setelah seorang mantan pastur membuat video yang mengatakan "Starbucks membenci Yesus." Namun tidak sedikit pecinta Starbucks yang melakukan serangan balik dengan mengatakan keluhan tersebut tidak masuk akal dan aneh.
Waralaba Starbucks akan menggunakan cangkir merah untuk November dan Desember tahun ini. (Starbucks.com) |
Berbicara tentang waralaba kopi terbesar di dunia itu, Trump juga menyinggung soal para pekerja asing yang didatangkan dari luar negeri, sehingga merugikan mahasiswa yang menjadi pekerjaan paruh waktu demi membayar utang kuliah.
"Saya jamin jika saya menjadi presiden, kita akan kembali mengatakan 'Selamat Natal" di setiap toko Starbucks," kata Trump. (stu)
Waralaba Starbucks akan menggunakan cangkir merah untuk November dan Desember tahun ini. (Starbucks.com)