Seperti dilansir Reuters, selama ini Rusia selalu menyanggah hasil penyelidikan negara Barat yang mengindikasikan bahwa penyebab insiden pesawat penumpang Rusia tersebut adalah aksi teror. Mereka mendesak agar semua pihak menunggu hingga hasil penyelidikan rampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menegaskan hasil penyelidikan timnya, Bortnikov kembali berkata, "Kami dapat memastikan bahwa ini adalah aksi teroris."
Menanggapi hasil temuan itu, Putin mengatakan bahwa insiden tersebut merupakan salah satu aksi paling berdarah dalam sejarah Rusia. Ia pun memerintahkan pasukan udara Rusia untuk mengintensifkan serangannya di Suriah.
"Harus diintensifkan sedemikian rupa agar para pelaku kriminal memahami bahwa ganjaran tak dapat dihindari," kata Putin.
Putin juga menginstruksikan aparat untuk memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.
"Kami akan mencari mereka ke manapun mereka bersembunyi. Kami akan menemukan mereka di manapun di planet ini dan menghukum mereka," ucap Putin.
Sebelumnya, ISIS mengaku sebagai dalang di balik insiden yang menewaskan 224 orang ini. (stu)