Malam itu, Chloe Clement tengah berada di pesta ulang tahun di sana saat penembak membabi buta, merenggut 19 nyawa sekaligus. Salah satu yang celaka adalah karib dari Clement, Ludovic Boumbas, pria 40 tahun keturunan Kongo yang melindunginya dari hujan peluru. Boumbas meninggal dunia akibat terluka parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia merasa bersalah karena Ludovic mati demi dirinya, dan hanya bisa menyebut namanya lagi dan lagi." tutur Grunberg, dilansir dari Telegraph pada Selasa (17/11).
Kepada Mail Online, seorang teman Boumbas mengenang mendiang kawannya, "Dia senang bepergian ke seluruh dunia dan mencintai banyak orang. Dialah salah satu orang terbaik dalam kehidupan. Nasib tidak berpihak padanya."
Clement dan Boumbas tengah merayakan ulang tahun Houda Saadi yang ke-35, pelayan sekaligus manajer restoran La Belle Equipe yang tak luput mati di tangan ISIS bersama adiknya, Halima, serta 129 korban lain dalam serangan teror terburuk di Perancis sejak Perang Dunia II. (stu)