Pernyataan ini datang menyusul konfirmasi Rusia pada Selasa (17/11) bahwa pesawat Airbus A321 itu jatuh akibat bom.
“Kami akan menemukan mereka di mana pun di atas bumi dan menghukum mereka,” kata Putin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami bisa mengatakan dengan tegas bahwa ini adalah ulah teroris,” lanjutnya.
Militan Sinai yang berafiliasi dengan ISIS mengklaim bahwa mereka yang menjatuhkan pesawat dengan rute Sharm el-Sheikh ke St. Petersburg itu tak lama setelah pesawat jatuh.
Balas dendam
Putin, dengan setelan berwarna hitam memimpin Kremlin mengheningkan cipta untuk mengenang para korban. Ia memerintahkan kepala keamanan dan militer bahwa insiden ini merupakan salah satu kejahatan terburuk dalam sejarah modern Rusia.
“Tugas angkatan udara kita di Suriah tidak bisa hanya dilanjutkan,” ujar Putin. “Ini harus diintensifkan sedemikian hingga para penjahat mengerti bahwa pembalasan tidak bisa dielakkan.”
Putin mengatakan ia berharap kepala militer memberinya proposal spesifik soal bagaimana Rusia meningkatkan serangannya.
Rusia memulai serangan udara di Suriah akhir September, mengklaim ISIS sebagai target utama, namun kenyataanya juga menyasar kelompok pemberontak moderat yang didukung oleh Barat, yang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
"Kita harus melakukan ini tanpa pembatasan dan kita harus mencari tahu semua nama mereka," kata Putin, menyerukan hak Rusia untuk pertahanan diri di bawah Piagam PBB.
"Siapa pun yang mencoba untuk membantu penjahat harus tahu bahwa konsekuensi untuk mencoba melindungi mereka akan berada sepenuhnya di pundak mereka." (stu)