Pernyataan itu diberitakan oleh media Rusia, Kommersant, pada Rabu (18/11), mengutip sumber yang tak disebut namanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat dengan rute resor Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju St. Petersburg, Rusia, itu meledak di udara Sinai, menewaskan 224 penumpang dan kru, pada 31 Oktober lalu.
Rusia baru mengonfirmasi bahwa pesawat jatuh akibat bom pada Selasa (17/11), dan Presiden Rusia Vladimir Putin langsung bersumpah akan membalas dendam.
Kelompok militan di Semenanjung Sinai yang berbaiat kepada ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan.