Foto di majalah Dabiq itu menunjukkan sekaleng minuman ringan Schweppes Gold dan dua barang lainnya yang nampak seperti detonator. Tiga barang itu difoto di atas selembar kain biru. Tiga komponen itu disinyalir dapat menghasilkan ledakan yang berbahaya jika terjadi dalam penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barat memperkirakan pesawat itu hancur di udara akibat ledakan bom. Moskow kemudian mengkonfirmasi dugaan tersebut pada Selasa (17/11). Meski demikian, pemerintah Mesir masih belum menemukan bukti tindakan kriminal atas insiden yang menewaskan 224 penumpang dan awak ini.
Selain mempublikasikan bom rakitan, ISIS juga mempublikasikan foto paspor para korban asal Rusia, yang dikatakan "berhasil diperoleh oleh mujahidin". Hingga kini, foto tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kelompok ISIS, yang berhasil menguasai sebagian wilayah di Suriah dan Irak, menyatakan berhasil menemukan celah keamanan di bandara Sharm al-Sheikh, untuk kemudian menyelundupkan bom tersebut ke pesawat.
Bandara ini banyak digunakan oleh penerbangan pribadi dan penerbangan murah, dengan tujuan utama ke sejumlah resor dan pantai di Sinai.
Kelompok militan ISIS menyatakan pada awalnya pihaknya ingin meluncurkan serangan bom pada pesawat milik negara yang ikut dalam koalisi serangan udara pimpinan AS. Namun, karena Rusia memutuskan meluncurkan kampanye serangan udara sendiri di Suriah sejak akhir September lalu, ISIS memutuskan untuk menargetkan pesawat milik Rusia.
"Sebuah bom diselundupkan ke pesawat, menyebabkan kematian 219 warga Rusia dan lima tentara salib lain hanya sebulan setelah keputusan Rusia yang tak berkemanusiaan," bunyi pernyataan dari ISIS.
Menteri Dalam Negeri Mesir menyatakan pada Selasa (17/11) bahwa "tidak ada informasi" tentang penyimpangan keamanan di bandara Sharm al-Sheikh.
Kelompok militan afiliasi ISIS di Mesir yang menamakan diri Provinsi Sinai mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Meski demikian, para pejabat Mesir menilai bahwa spekulasi serangan bom masih belum dapat dibuktikan. (ama)