Dalam sebuah wawancaranya dengan NBC, seperti yang diberitakan Reuters, kemarin, Trump mengklaim mendapatkan respon positif dari banyak warga Amerika Serikat yang bersetuju dengan pandangannya tentang Muslim yang senang dengan adanya tragedi yang meluluhlantakkan menara kembar World Trade Center itu.
"Aku melihatnya. Banyak orang melihatnya di New Jersey. Dan, ya, mengapa aku harus akan meralat pernyataan itu? Aku tidak akan mengambil kembali," kata Trump. Sebagai calon presiden, ia merupakan kandidat yang secara terang-terangan mengemukakan sikap negatifnya terhadap komunitas Muslim di Amerika Serikat.
Pernyataan Trump yang menyudutkan Muslim Amerika Serikat itu dikemukakan dalam sebuah kampanye dan disiarkan oleh stasiun televisi nasional. Dalam pernyataannya, pengusaha kaya itu mengungkapkan kalau dirinya melihat warga Muslim di New Jersey bersorak gembira saat serangan menimpa menara Kembar WTC yang terletak di Manhattan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini dalam peringkat perolehan dukungan di internal partai, Trump masih memimpin jajak pendapat. Isu kontra terorisme yang kebetulan tepat dengan adanya tragedi teror di Paris, membuat dirinya kukuh dipuncak perolehan dukungan, meski angka perolehan surveinya merosot sebanyak 12 persen dari 43 persen menjadi 31 persen dukungan.