ISIS mengklaim berada di balik serangan tersebut. Abdeslam dan kerabatnya yang terlibat dalam insiden itu diduga teradikalisasi melalui internet dan media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik toko melapor polisi setelah nama Abdeslam dan fotonya disebar ke publik. Belum diketahui dengan jelas peran Abdeslam dalam serangan tersebut. Mobil Clio yang digunakannya ditinggalkan begitu saja di tengah jalan dan dia dijemput ke Brussels.
Diduga kuat, Abdeslam mengurungkan niatnya menyerang lokasi lainnya di Paris, entah karena ketakutan atau panik. Dugaan lainnya menyatakan bawa Abdeslam bisa jadi sengaja kabur untuk merencanakan serangan selanjutnya, membuat Belgia dan Paris kian waspada.
Ali Oulkadi, sahabat Abdeslam yang menjemputnya di Paris untuk dibawa ke Brussel mengaku tidak tahu bahwa pria itu baru saja melakukan serangan, hal ini disampaikan pengacaranya, Olivier Martins.
"Di dalam mobil, Salah mengatakan bahwa kakaknya, Brahim, telah membunuh orang di Paris dan meledakkan diri. Klien saya, teman masa kecil kedua kakak-beradik itu, kaget, dia tidak paham dan tidak mampu berpikir jernih," kata Martins.