"Kami harus, untuk saat ini, bungkam," kata anggota senior NLD, Win Htein kepada Reuters, ketika ditanya soal hal yang dibahas Suu Kyi dan Aung Min Hlaing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan hasil ini, sebagian besar parlemen baru Myanmar akan diisi oleh kandidat NLD yang terpilih dalam pemilu. NLD juga dapat membentuk pemerintahan tanpa harus berkoalisi dengan partai lainnya.
n. Meski menang telak, transisi pemerintahan akan berjalan lancar jika NLD dapat menjalin hubungan yang baik dengan militer. Pasalnya, militer Myanmar mendapatkan jatah 25 persen kursi parlemen. Selain itu, militer juga memegang sejumlah posisi penting, seperti kementerian dalam negeri, perbatasan dan perbatasan, serta posisi wakil presiden.
Sehingga, pertemuan Suu Kyu dengan Aung Min Hlain kemarin menjadi sangat simbolik dalam pembahasan masa depan Myanmar yang baru memeluk demokrasi setelah lepas dari cengkraman junta militer yang memerintah selama lima dekade.
Suu Kyi sebelumnya bersikap tegas bahwa dia ingin mengubah konstitusi yang tidak hanya memberikan hak veto kepada militer, tetapi juga menjegalnya menjadi presiden karena memiliki pasangan dan dua putra berkewarganegaraan asing.
Hubungan Suu Kyi dengan militer, yang menempatkannya dalam tahanan rumah selama bertahun-tahun, menghangat sejak bergabung dengan parlemen pada 2012. Namun, hubungan ini diperkirakan merenggang ketika NLD berhasil mengumpulkan 5 juta tanda tangan dalam petisi yang mendesak anggota parlemen untuk menggelar pemungutan suara soal hak veto militer dalam parlemen.
Namun, upaya itu gagal dan Suu Kyi mengkritik Min Aung Hlaing karena dinilai campur tangan dalam demokrasi.
Meski demikian, dalam pertemuan keduanya kemarin selama satu jam, kedunya tampak tersenyum. Sesaat setelah pertemuan berakhir, sang jenderal hanya manyatakan, "Pembicaraan kami berlangsung sangat baik." Sementara Suu Kyi tidak bersedia memberikan komentar apapun.
Win Htein menyatakan pejabat NLD tidak ingin merusak hubungan yang baik tersebut, dan diperintahkan untuk merahasiakan strategi mereka selanjutnya. (ama)