Putra Muammar Gaddafi Diculik Militan Syiah di Libanon

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Sabtu, 12/12/2015 11:25 WIB
Penculik ingin mengetahui nasib ulama Syiah Moussa al-Sadr yang hilang lebih dari 30 tahun lalu di Libya. Putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi sempat diculik di Libanon oleh militan Syiah sebelum diselamatkan aparat keamanan. (Reuters/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi sempat diculik di Libanon oleh militan Syiah sebelum diselamatkan aparat keamanan. Penculik ingin mengetahui nasib ulama Syiah yang hilang lebih dari 30 tahun lalu.

Dilansir New York Times, Hannibal Gaddafi muncul dalam sebuah rekaman video pada Jumat (11/12). Wajah babak belur dengan memar terlihat jelas di kedua matanya. Dalam video itu, Hannibal mengaku "dalam kondisi sehat, senang dan santai."

Hannibal pada video itu mengatakan bahwa siapa pun yang memiliki informasi soal Imam Moussa al-Sadr agar memberitahukannya pada kelompok militan Syiah.


Di hari itu juga, ujar seorang pejabat keamanan, polisi menjemput Hannibal dari kota Baalbek yang terletak di timurlaut Libanon. Belum diketahui militan Syiah mana yang menculiknya dan Hannibal dibawa kembali ke Beirut.

Al Sadr hilang pada tahun 1978 di Libya. Dia adalah pendiri kelompok militer dan politik Syiah yang terlibat dalam perang sipil Libanon tahun 1975.

Keluarga Sadr meyakini dia masih hidup dan berada di penjara Libya. Sementara kebanyakan warga Libanon meyakini dia telah meninggal. Jika masih hidup, Sadr akan berusia 87 tahun.

Kelompok militan yang dibentuk Sadr menjadi pionir dari gerakan Syiah di seluruh Timur Tengah, salah satunya yang memotori revolusi Islam di Iran tahun 1979.

Muammar Gaddafi mengatakan bahwa Sadr bersama dua rekannya telah meninggalkan Tripoli tahun 1978 untuk terbang ke Roma. Pemerintah Libya saat itu meyakini Sadr menjadi korban konflik kepemimpinan di antara petinggi Syiah.

Banyak pengikut Sadr memercayai bahwa Gaddafi telah membunuhnya karena cekcok soal pembayaran uang Libya terhadap militan Libanon.

Gaddafi sendiri tewas terbunuh oleh tentara oposisi tahun 2011, mengakhiri empat dekade kepemimpinannya di negara Afrika utara itu. Namun hingga kini, nasib Sadr tidak diketahui.

Hannibal, 40, bersama dengan keluarganya, termasuk istri Gaddafi, Safiya, kabur ke Aljazair setelah Tripoli jatuh ke tangan oposisi tahun 2011.

Tahun 2008, dia dan istrinya, Aline Skaf, memicu pertikaian diplomatik antara Libya dan beberapa negara setelah ditahan di sebuah hotel mewah di Jenewa karena menyerang dua mantan pembantunya, warga Tunisia dan Maroko. Kasus ini kemudian dibatalkan.

Tidak diketahui sudah berapa lama dia berada di Libanon. Sebelumnya dia tengah berada dalam tahanan rumah di Oman bersama keluarganya. (den)


ARTIKEL TERKAIT