Diberitakan CNN, pria yang terluka di leher dan perut itu sebelumnya mengatakan bahwa dia diserang pengikut ISIS yang berteriak "Ini adalah Daesh (ISIS)."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru yang tidak disebut namanya itu telah mengajar di sekolah di wilayah Aubervilliers itu selama 20 tahun. Pria berusia 45 tahun itu menyebabkan keamanan diperketat di seluruh Paris.
Kota itu memang masih dalam keamanan tingkat tinggi menyusul penembakan yang menewaskan 130 orang November lalu. Para pelaku mengaku adalah simpatisan ISIS.
Selain Paris, negara-negara tetangga seperti Belgia dan Swiss juga dalam kondisi siaga menyusul serangan tersebut. (den)