Sebelumnya, Tashfeen Malik dilaporkan menyatakan baiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi lewat Facebook dengan nama berbeda.
Malik dan suaminya Syed Rizwan Farook pada 2 Desember lalu melepas tembakan dalam pesta yang dihadiri rekan kerja Farook dengan senapan laras panjang dan pistol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom buatan, bersama dengan sekitar 5.000 amunisi, 12 bom pipa, dan peralatan untuk membuat bom ditemukan di rumah yang mereka tinggali dengan bayi perempuan mereka yang masih berusia 7 bulan.
Dilansir The Independent, dalam konferensi pers pada Rabu (16/12), direktur FBI James Comey mengatakan Malik dan farook membicarakan soal “jihad dan marit” lewat surat elektronik dan pesan pribadi namun tidak menulisnya di media sosial.
FBI juga tidak menemukan bukti bahwa pasangan itu merupakan bagian dari sel organisasi terors atau memiliki kontak dengan kelompok teror di luar negeri.
ISIS mengelukan kedua orang itu sebagai martir melalui media propaganda resmi mereka beberapa hari usai insiden, menyebut mereka sebagai “pengikut ISIS.” Namun ISIS tidak mengklaim bahwa militan mereka terlibat dalam serangan San Bernardino.
Comey mengatakan bahwa ISIS telah melakukan revolusi dalam terorisme dengan menginspirasi serangan individu di seluruh dunia lewat media sosial.
“Pendahulu mereka, al-Qaidah merupakan model [teroris] yang sangat berbeda dengan ancaman yang kita hadapi hari ini,” ujar Comey.