Sebelumnya, AS berencana menjatuhkan sanksi karena Iran melakukan uji coba rudal balistik pada Oktober lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sengketa muncul seputar rudal apa yang boleh dimiliki dan dikembangkan oleh Iran dan apakah senjata itu bisa membawa hulu ledak nuklir atau tidak. Menanggapi ancaman sanksi dari AS, Rouhani malah memerintahkan teknologi rudal mereka ditingkatkan.
"Pemerintah AS jelas masih menggunakan kebijakan mereka yang tidak bersahabat dan campur tangan yang ilegal...angkatan bersenjata harus meningkatkan kemampuan rudal mereka dengan cepat dan signifikan," kata Rouhani dalam suratnya kepada Menteri Pertahanan Iran, Hossein Dehghan, yang dipublikasi kantor berita pemerintah IRNA.
Tim pengawas sanksi PBB dalam laporan rahasianya yang diperoleh Reuters pada 15 Desember mengatakan bahwa Emad roket yang digunakan pada rudal balistik mampu membawa hulu ledak nuklir. Hal ini merupakan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.
Berbeda dengan rudal jelajah yang terbang rendah, rudal balistik melesat di ketinggian sebelum jatuh dibantu gravitasi ke titik sasaran.
Uji balistik Iran dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan 1929, tahun 2010 dan masih berlaku sampai kesepakatan antara Iran dengan AS diterapkan, diduga awal tahun ini.
Jika kesepakatan itu diterapkan, Iran masih "diserukan" untuk tidak membuat rudal balistik untuk membawa senjata nuklir hingga delapan tahun ke depan. (den)