"Tak diragukan lagi, langkah tersebut tak akan pernah bisa menyembunyikan kejahatan besar," kata Presiden Hassan Rouhani, mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindakan tersebut merupakan pelanggaran dari konvensi internasional atas keamanan dan keselamatan misi diplomatik di negaranya," kata Kementerian Luar Negeri Kuwait.
Rouhani sendiri dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen membela pengunjuk rasa yang marah terhadap eksekusi massal. Pembelaan ini juga termasuk penyerbuan dan pembakaran kedutaan Saudi di Teheran.
"Ini sangat wajar bahwa ada kejahatan yang dilakukan melawan Islam dan HAM sehingga akan terjadi reaksi dan opini publik."
Serangan Kedutaan dikutuk PBB
Dewan Keamanan PBB bereaksi terhadap konflik yang terjadi antar dua negara ini. Dewan Keamanan PBB mengutuk adanya serangan di Kedutaan Besar Saudi di Teheran oleh pengunjuk rasa yang marah.
PBB juga menyerukan kepada Iran bahwa mereka harus melindungi tempat diplomatik dan konsuler dari semua gangguan atau kerusakan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Jaberi Ansari mengatakan bahwa negaranya berkomitmen melindungi misi diplomatik dan menegaskan bahwa tak ada diplomat Saudi yang terluka dan ada di lokasi saat serangan terjadi.
Namun Dewan Keamanan PBB sendiri tidak membahas soal eksekusi Nimr yang memicu konflik tersebut. Hanya saja, negara lainnya yang berfokus pada masalah utama, menyebut bahwa keputusan Saudi tidaklah adil.
Presiden Iran, menyerukan negara-negara lain di luar kawasan regional untuk mengambil sikap.
"Kritik tak harus ditanggapi dengan pemenggalan," kata Rouhani.
"Kami berharap negara-negara di Eropa yang selalu bereaksi terhadap isu-isu HAM akan bertindak terhadap kasus ini juga."
(chs)