Badan meteorologi Amerika Serikat, USGS, melaporkan gempa seismik berkekuatan 5,1 SR itu terjadi sekitar 49 km dari situs uji coba nuklir Punggye-ri yang pernah digunakan Korut pada 2013 lalu.
"Kami menduga terjadi gempa buatan manusia dan tengah menganalisa skala dan pusat gempa," kata seorang pejabat Badan Meteorologi Korea Selatan kepada Reuters, Rabu (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor kepresidenan Korea Selatan segera mengadakan pertemuan keamanan darurat saat juru bicara pemerintah Jepang menyatakan gempa tersebut kemungkinan disebabkan oleh uji coba nuklir.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan pada Rabu (6/1) bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi dan menganalisa insiden ini.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengadakan rapat terkait isu Korea Utara ini.
Korea Utara diketahui telah melakukan tiga tes nuklir, dan berada di bawah sanksi PBB untuk program nuklir dan rudalnya.
Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip seorang pejabat pemerintah Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya, menyebutkan bahwa Pyongyang nampaknya telah meluncurkan uji pelepasan rudal balistik dari kapal selam, atau SLBM pada Desember 2015, sekitar satu bulan setelah gagal meluncurkan uji coba tersebut pada bulan November. (ama/stu)