Dirilis pada Kamis (7/1), HRW menyatakan bahwa pasukan koalisi pimpinan Saudi menjatuhkan bom kluster du wilayah permukiman Sanaa, pada Rabu (6/1).
“Koalisi berulang kali menggunakan bom kluster di kota yang padat penduduk, mengisyaratkan niat untuk melukai warga sipil, yang merupakan kejahatan perang,” ujar Steve Goose, direktur senjata di HRW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom kluster ketiga dilaporkan oleh warga di media sosial di hari yang sama, di area al-Thiaba.
“HRW melihat foto yang diambil pada 6 Januari di Sanaa yang tak salah lagi menunjukkan sisa-sisa amunisi, termasuk submunisi yang belum meledak, fragmen submunisi yang terpecah,” ujar HRW dalam rilis.
Menurut HRW, setiap kluster bom CBU-58 yang dijatuhkan berisi 650 submunisi. AS mengirimkan 1.000 CBU-58 ke Arab Saudi di antara 1970 dan 1995.
“AS adalah salah satu pihak dalam konflik bersenjata di Yaman, memainkan peran langsung dengan mengkoordinasi operasi militer, dan semacamnya, dan diwajibkan untuk menginvestigasi dugaan pelanggaran hukum perang di mana pasukannya ambil bagian,” jelas HRW.
Konflik berkepanjangan di Yaman menurut PBB sejauh ini telah menewaskan 2.800 warga sipil. Saudi mulai melancarkan serangan udara di Yaman pada Maret untuk mengusir kelompok pemberontak al-Houthi dan mengembalikan legitimasi Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.
“Mungkin sudah 20 tahun sejak As terakhir menyediakan amunisi kluster ini kepada Saudi namun mereka digunakan untuk memnbunuh warga sipil sekarang,” ujar Goose. “AS, sebagai bagian dari konflik, harus menuntut koalisi untuk segera menghentikan senjata ini atau [mereka] menjadi terlibat dalam penggunaannya.” (stu)