Menurut laporan Kementerian Pertahanan Korsel yang dikutip The Guardian, Senin (18/1), pengiriman selebaran propaganda Korut dilakukan hampir setiap hari ke Korsel. Juru bicara Kemhan Kosel Kim Min-seouk mengatakan bahwa balon pembawa selebaran bahkan sudah memasuki Seoul selain kota-kota lain di perbatasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat Korsel mengaku yakin propaganda melalui pengeras suara berdampak besar bagi warga dan tentara Korut di dekat perbatasan. Mereka juga yakin selebaran propaganda Korut tidak akan berakibat apa-apa pada warga Korsel yang telah menikmati banyak kebebasan.
Korsel dan Amerika Serikat mengecam uji coba nuklir Korut dua pekan lalu. Pemimpin Korut Kim Jong Un mengaku mereka berhasil mengembangkan bom hidrogen.
Klaim Korut ini disangsikan oleh para ahli nuklir. Namun Barat tetap mengantisipasi kemajuan Korut di bidang nuklir, salah satunya dengan mendorong sanksi baru di Dewan Keamanan PBB.
Korsel dan Korut masih dalam status berperang setelah Perang Korea hanya membuahkan gencatan senjata pada 1953, bukan perjanjian damai. Saat ini sekitar 28.500 tentara AS ada di Korsel sebagai bentuk pertahanan terhadap Korut. (stu)